27 July, 2010

We're Back

Err 3 weeks without internet was not nice at all but we survived. Haha. I did though once or twice went to our old place, nonchalantly sitting by the river while what I was doing actually "borrowing" internet from our old neighbour. @_@

Now we're back, still SO MANY things to do, no I'm not exaggerating here. Here are some stuff that we still need to do:
1. Paint stair.
2. Paint radiator in the living and dining room.
3. Paint doors.
4. Clean up the attic (it's a HUGE mess)
5. Refurbish the bath room (this one we got is like from the 70's @_@ )
6. Hide some odd stuff in the kitchen (exposed lining of the ceiling)

One major thing that I wanted to do but he's not very keen on the idea since it's going to involve big work. That thing is to paint the whole front surface of the house in white, so it would be in sync with the neighbours and also to add modern touch, but this is more for later.

But it's a home now and we love this house to bits, the cats seems to love it too, now that we don't see them much during the day.


First Time Going Out of the House

08 June, 2010

Yuuk Ngecat Yuuk


Nah kemaren kan udah diceritain dikit tentang kebun, sekarang kita masuk ke dalam rumah yuuk.

Collage Wall Woonkamer Before

Ini livingroom before, ih warnanya gak menarik banget yah, serasa di tahun 80an, apalagi dengan tambahan wallpaper sebaris di tengah-tengah itu. Pertama tama kelupas tu wallpaper, bagian yg coklat tua dibawah dicat base dulu warna putih, tujuannya supaya tar kalo ditimpa warna yang kita mau, warna coklat tua itu nggak keliatan lagi.

Tapi menurut kita, stained glass di depan itu (di atas jendela) cantik banget, klasik gitu. Itu asli loh dari jaman dulu kala mulai rumah ini dibangun alias tahun 1925. Jadi udah 85 tahun rumah ini berdiri, tua juga ya.

Collage Wall Woonkamer After

Nah ini jadinya, biru di satu sisi, sisi lainnya broken white alias warna putih yg rusak hehe.

Renovating Our New Home

Ini temenku Yeni lagi gantiin pacarnya (yang tentu aja tinggi orangnya) ngecat plafon. Buat kita-kita orang Indonesia yang notabene nggak tinggi, kita nggak kekurangan akal donk, pakailah kursi :p

Renovating Our New Home

Yang ini salah satu kamar tidur di lantai atas. Mengapa oh mengapa warnanya mencolok mata banget banget. Oranye plus ungu tua, nah warna-warna tua begini nih yang ngabisin cat, pertama harus dicat base putih dulu, baru dicat warna yang kita mau.

Renovating Our New Home

Ayo Yeni dan Jacco, cat jadi putih semuanya :D

Renovating Our New Home

Mungkin karena kebanyakan bau'in cat, Yeni jadi mabok cat, hehe piss Yen.

Renovating Our New Home

Yang ini bapak mertuaku lagi ngecat pinggir2 plafon, ini dapur plus kamar makan nyambung jadi satu ke living room yang tadi, jadi semuanya terbuka dan legaaaaaa.....nah pintu belakang itu nyambung ke kebun gitu. Asyik kalo summer, pintu dua-duanya bisa dibuka semua :D

Ehya, ovenku sekarang jadi besar :D asyik!!!!!

Renovating Our New Home

Lagi naruh bahan makanan ke pantry alias voorraadkast dalam bahasa Belanda. Pantry itu biasanya ruangan atau lemari untuk nyimpen bahan makanan kering seperti; makanan kaleng, aneka jenis krupuk, aneka jenis tepung dll. Bisa juga untuk tempat nyimpen alat-alat masak yang jarang dipakai di dapur. Pantryku ini ada di bawah tangga, jadi ala-ala kamarnya si Harry Potter gitu.

Eh tapi kok kalo di Indonesia, setau aku pantry itu malahan dapur bersih, tempat sarapan dengan kursi-kursi tinggi gitu. *Bingung

Segitu dulu update-an cerita bebenah rumah baru ya, mau tidur dulu secara tepar banget tiap hari kegiatan cuma ngecat, beberes ajah.

05 June, 2010

Kebun Baru Kita

Akhirnya setelah perjuangan melelahkan (eh ini nggak lebay ya), tgl 31 Mei kemaren kita dapat juga kunci rumah baru kita, juga tandatangan kontrak jual beli rumah, yang artinya rumah udah resmi milik kita. HOREEEE...........

Tapi kok malah pengen cerita-cerita tentang kebun ya (maklum norak, gak pernah punya kebun di Belanda).

Our New Garden

Kebunnya ini di belakang rumah, nggak terlalu besar sih luasnya 49m2 (panjang 9,75m dan lebar 5m). Waktu hari pertama bebersih keadaannya sungguh memprihatinkan, daun-daun dari musim gugur tahun lalu belum juga dibersihkan. Tanaman-tanaman mati di dalam pot. Tapi dengan bantuan temen-temen (Astri n Yeni) sekarang udah jauh lebih bersih.

Hampir semua tanamannya juga aku cabut dan buang secara memang rata-rata semuanya hama dan tanaman mati hehehe.

Tapi ada juga beberapa tanaman yang aku biarin seperti di bawah ini:

Plants in Our New Garden

Tapi kok lom berbuah ya, padahal aku liat di tempat-tempat lain dah pada semarak berbuah semua. Apa karena gak dirawat dengan baik ama pemilik lama?


Plants in Our New Garden

Kalo yang ini sih setau aku buahnya panen nanti di akhir summer. Lucu deh kalo siang2 pada banyak lebah datang untuk ngambil nectar.


Plants in Our New Garden

Kalo yang jenis ini, memang kalo dah mateng tetep hijau, cuma sekarang belum matang kok jadi mbak Rachmah jangan datang dulu ke rumahku hehe.


Plants in Our New Garden

Kalo yang ini memamg baru ditanam ama Ron, temen kita. Ceritanya dia numpang nanem. Dah pada tau semua kan ini apaan ;)


The "Hemp" Farmer ;)

Nah ini dia petani "hemp"nya.

Cerita ngecat dll nyusul yak (emang ada yang nungguin gitu?)

PS: Mbak R, jadi kapan mau kesini nengok beri-berianku. Sekalian lo tembok, kusen, jendela, pintu masih banyak yg lom dicat ;)

25 May, 2010

Preman Kok Dipremanin

Sewaktu pulang mudik kemaren, pastinya banyak cerita2nya donk. Mulai yang sedih karena bapakku sakit dan akhirnya meninggal tapi ada juga cerita2 lucu yangnyempil.

Ceritanya aku, Masbul, budeku (Bu Sul), Mbak Lia, Mbak Rachmah, Putri dan Mbak Tjita beserta putrinya lagi keliling2 kota Surabaya. Eh yang pada ngira aku orang Bali asli, siap2 kecewa aja (ye kok GR bener) aslinya bapakku dari Surabaya tapi aku udah tinggal di Bali dari umur 5 tahun, aku juga lahirnya di Surabaya, jadi Surabaya selalu jadi kota yang aku kangenin dan wajib dikunjungi kalo mudik.

Eh kok malah ngelantur, balik lagi ke cerita jalan2. Nah kita pengen ngeliat makam Belanda tua di Peneleh sono. Mbak Lia nginfo kalo kesana pake kamera segede2 gaban pastinya bakal dipalak ama preman, yah barang 50rebuan. Menurut cerita Mbak Lia juga, kalo di sana sekarang marak dipakai ajang pemotretan untuk komersial macam fashion shoot atau pre-weddinglah, jadi pastinya jadi sasaran empuk preman. Ih sapa juga yang sudi ngasih duit ke preman gratisan mending juga dipake jajan bakso rame2. Sambil mikir2 jadi apa nggak kesana, dengan Masbul yang udah muka rada ketakutan (yg ini rada lebay, dy waktu itu ga sampe segitunya kok hehe) denger cerita ada kemungkinan kita dipalak preman. Tapi dasar cewek2 Surabaya pada "preman" juga hehe, kita putuskan maju terus pantang mundur!!!

Nyampe sana, kita masuk ke areal makam lewat pemukiman penduduk. Mikir2 kok bisa lewat pemukiman, la gerbangnya mana nih? Udah sampe di dalam, loh kok ada seorang laki2 yg ngikutin? Sambil sikut2an satu sama lain, kita ngerti kalo itulah yg kita obrolin tadi alias premannya.

Makam Peneleh Surabaya

"Mbak, mau kemana," tanya Mas Preman.
"Err, ini si Bule mau ngunjungin makam nenek moyangnya," jawab entah Mbak Rachmah atau Mbak Lia, sambil nunjuk2 Masbul yang bengong (sepertinya sih ketakutan hiahaha).
"Udah tau tempatnya belum Mbak," Mas Preman masih nggak mau nyerah.
"Udah kok, ini bulenya udah dikasih tau ama orang tuanya dimana tempatnya," jawab kita PD setinggi langit.

Sambil bengong2 si Masbul bingung, apa sih yang terjadi, ya sudah aku ceritain aja kita akan mengunjungi makam nenek moyangnya dia. Ini ide spontan dari Mbak2 Preman kok keren banget sih, nggak terpikir olehku sebelumnya.

"Lah aku kan ga ada nenek moyang disini," jawab dia polos.

Duh dasar ini bule, kejujuran dari negaranya masih juga dibawa2 ke Indonesia, gak tau apa kalo terlalu jujur tar gak selamat di negara ini hehehe...

"Ya pura2 aja ada gitu," kataku.

Eh si Mas Preman kok ya masih ngikutin aja di belakang, pastinya masih curiga nih secara kita kok jalan muter2 aja ga jelas, niat ngunjungi makam nenek moyang apa nggak sih?

"Mendingan Masbul jalan di depan, mimpin kita gitu ceritanya nyari makam nenek moyangnya dia, lalu kita berdoa gitulah disana," saran Mbak2 Preman

Jalanlah kita beriringan dengan formasi Masbul paling depan, tak lupa diiringi tatapan Mas Preman kira2 300m di belakang kita.

Sampai di sebuah makam yang lumayan meyakinkan, kita berhenti
dan jongkok untuk berdo'a sejenak mendoakan nenek moyang van Sark aspal. Mas Preman sepertinya percaya dengan aksi kita karena abis itu dia pergi hehe.

Photo courtesy Rachmah Setyawati

Seperginya Mas Preman, it's show time, poto2an. Eh ada yang narsisnya kumat (kalo itu mah selalu ya Mbak ;) )


Udah puas poto2an n juga karena kaki gatal2 kena rumput n tanaman liar di makam kita beranjak pulang. Loh dihadang lagi donk ama Mas Preman.

"Tadi itu nengok makam apa poto2 sih Mbak?," tanyanya dengan nada rada ga enak.
"Loh Pak, nggak liat apa tadi kita berdoa di makam yang pojokan itu," jawab Mbak2 Preman sambil nunjuk ke arah pojokan.
"Oh emang gimana keadaannya Mbak?" tanyanya lagi masih nggak percaya sepertinya.
"Ya gitu deh Pak, bolong rusak," jawaban standar banget secara semua makam keadaannya memang begitu hiahaha.....

Ini lo potograpernye ;)

"Nanti kamu cerita ya ke ortu kamu, dah ngunjungi makam nenek moyang van Sark," kataku ke Masbul.

Eh kali ini kita ditunjukin jalan keluar lewat gerbang aslinya. Sambil tetep pasang muka lurus kita keluar padahal asli lagi nahan ketawa.

Sampai di mobil, pecahlah ketawa kita2.....hiahahhaa preman kok ya mau dipremanin, ya gak mempan donk :P

Makasih buat Mbak2 Preman untuk kenangan yang gak akan terlupakan ini ^_^

Photo courtesy Rachmah Setyawati

Tongue a Cheek

We know he is silly but nevertheless, we are always surprised whenever we found out new silliness, like this tongue out thingy.

Whitty's 2nd B'day, 22 April 2010

Yawn Away

16 May, 2010

Counting the Days

Ready or not, we are counting the days 'til we say goodbye to our old home. And say hello to the new one.

Ready to Say Goodbye


Stack of boxes ready to go.

Ready to Move

07 May, 2010

Krezip - Sweet Goodbyes



This one's for you bapak.
We know that now you are in a better place.